LOVE,SAD,SECRET ADMIRE,YOU

Rabu, 15 Mei 2013

Arch de Triomphe, je t'aime!



     Liburan semester ini sudah tiba,Victoria Alisha Wijaya,atau yang lebih beken dengan nama Via memutuskan untuk berlibur ke Paris dimana sang ayah bekerja sebagai pengusaha makanan Indonesia disana.Ini pertama kalinya ia datang ke Paris ,sebelumnya ia tidak pernah liburan ke Paris.Biasanya liburannya di habiskan di Indonesia bersama ibunya seorang manager keuangan di sebuah bank.
            “Bonjour!”Via menelepon sang ayah saat tiba di airport.Ya,sang ayah sudah 4 tahun tidak bertemu sang putri.Semenjak perceraian orang tuanya 4 tahun lalu ,Via memang belum pernah bertemu ayahnya,Joshua Daniel Wijaya Oliver.Saat mendengar telepon putri kesayangannya itu ,Joshua Daniel langsung menjemput anak kesayangannya itu di airport.Saat bertemu sang putri,Joshua Daniel langsung memeluk erat sang putri manisnya itu.”Dady,I miss you so!”Via berkata sambil memeluk lebih erat sang ayah.Tanpa berlama-lama Joshua Daniel langsung mengajak Via untuk makan di bistro  nya itu.Bistro merupakan kedai makanan khas Indonesia di Paris.”Masakan Dady still the best!Ini enak,bunda jarang memasak yang seperti ini di Indo.”Joshua Daniel sangat senang melihat senyum bahagia sang anak yang seolah-olah sudah terbiasa dengan kehidupan broken home.
            Joshua Daniel memberikan kunci mobilnya kepada Via,karena sebelum datang ke Paris ,Via telah meminta ayahnya untuk memberi izin kepadanya mengitari Paris sendirian,karena setahun lalu Via telah belajar mengendarai mobil dan mungkin saja saat ini bisa dikatakan sudah mahir.”Ini yang kamu minta sayang,selamat berkelana.Jika tersesat telepon Dady.”Joshua Daniel memberikan kunci mobilnya dan membiarkan Via pergi bebas di Paris.Dengan buku paduan tentang Paris dan GPS yang terpasang di mobil ayahnya,Via tidak begitu khawatir akan tersesat nantinya.Tempat yang ia tuju pertama kali adalah Eifel.Tempat ini adalah tempat favoritnya sejak dulu.Pemandangan Paris saat itu membuat naluri photografinya semakin kuat.Via merupakan gadis yang berbakat di bidang photografi.Saat kecil sang ayah mengajarkannya tentang photografi karena Joshua Daniel dulunya adalah photographer.
            Tidak sengaja,ia memotret seorang pria yang juga memotret objek yang sama denganVia.Pria itu tersadar saat Via mengarahkan lensanya ke araha pria itu.Via yang gagu dan tidak tau berbuat apa jika pria itu marah padanya,pasalnya Via tidak begitu paham dengan bahasa perancis.Tidak lama pria itu datang menghampiri Via.Jantung Via seakan berhenti sejenak saat melihat pria itu berjalan ke arahnya.”Hey,kameramu mengambil gambarku,bisa aku lihat?”Pria itu ada dihadapan Via dan tersenyum tipis kepadanya.Jantungnya seakan kembali berdetak ,rasa lega sudah dirasakan di dadanya.Ternyata pria itu orang Indonesia.”Oh,maaf.Aku tidak sengaja.Sudah ku hapus fotonya.Maaf…maaf…”Via meminta maaf sambil membalas senyum pria itu.”Oh,harusnya kau memberi tahu ku dulu.Oh iya aku Reinino Lemercier.Senang bertemu denganmu.”Pria itu mengulurkan tangannya sebagai tanda perkenalan dengan Via.”Oh,aku Victoria Alisha Wijaya,Via.”Via membalas dengan senyumannya.
            Pria itu berlalu begitu saja setelah berkenalan.Dan Via membiarkan pria itu berlalu begitu saja.Tanpa berpikir siapa pria itu ,Via tetap melanjutkan jalan-jalannya di sekitar Eifel.Via meraskan lelah pada tubuhnya,ia memutuskan untuk kembali ke rumah ayahnya.Di hatinya memang terbesit rasa kecewa karena ia ingin sekali menikmati Eifel pada malam hari.Tapi ia yakin sang ayah akan mengajaknya pergi ke Eifel pada malam hari.”Kau sudah selesai jalan-jalanya?”Joshua Daniel bertanya kepada anaknya yang terlihat letih dan lesu.”Kau mandi dulu dan kembalilah kemari.Dady akan memasakkan nasi goring favoritmu.”Mendengar ucapan ayahnya itu,Via langsung bersemangat untuk mandi.Setelah dirasa badanya segar,ia menagih janji ayahnya,tentu saja ayahnya menempati janjinya.Via duduk di meja kosong dekat jendela.Saat menikmati nasi gorengnya,ia melihat pria yang di temuinya di Eifel tadi masuk dan memesan sesatu di bistro ayahnya.Gerak-gerik pria itu seperti sudah sering datang ke bistro ,tiba-tiba ayahnya menyapa pria itu.”Hey Lemercier junior.Rupanya kau sudah lapar.”Ayahnya tampak sudah akrab kepada pria itu yang diingat Via bernama Reinino Lemercier.”Oh,hay juga monsieur,aku ingin memesan menu favoritku.”Via yang sudah selesai makan langsung kembali ke kamarnya dan menonton acara tv lokal Paris.Setelah bistro ayahnya tutup.Ayahnya mengajaknya bermain monopoli,Via merindukan saat-saat seperti ini.Hal ini sudah lama tidak dilakukan Via dengan ayahnya.Di tengah-tengah bermain ,Via teringat dengan Reinino Lemercier tadi.Langsung saja Via menanyakan siapa dia kepada ayahnya.”Dady,Siapa Reinino Lemercier  itu?Kelihatannya ayah mengenalnya dekat.Pria itu tidak sengaja ku kenal di Eifel tadi sore.”Lalu Joshua Daniel menjelaskan kepada putri tercintanya itu.
            Reinino Lemercier adalah anak teman dekat ayahnya,Lemercier Gustav.Reinino sendiri sekarang sedang kuliah semester akhir di salah satu universitas di Paris.Dia biasanya mengunjungi bistro ayahnya ,ketika Reinino merasa rindu terhadap makanan Indonesia.Selain itu,Reinino juga memiliki hobi yang sama dengan Via.Wajahnya adalah wajah orang Indonesia karena ia lahir di Indonesia.
            Mendengar penjelasan sang ayah,Via menjadi tertarik untuk  mengenal Reinino yang akrab disapa Nino .Sang ayah langsung menelepon Nino untuk menjadikan Nino tour guide Via besok,karena besok Joshua Daniel harus mengunjungi acara ulang tahun temannya di sebuah bar.Tentu saja Via setuju dengan tawaran sang ayah,karena ia merasa Nino menarik hatinya.Kebiasaan Via memang begitu,ia mudah tertarik kepada seorang pria yang dirasanya tampan,tapi kebanyakan rasa itu berlalu begitu saja.Entah bagaimana perasaaanya untuk Nino yang kali ini.
            Bonjour Paris!Pagi ini Via siap untuk berputar di Paris bersama Nino guide tampannya.Dandanan casualnya sudah siap untuk membawanya pergi.Di luar, mobil Nino sudah siap untuk membawa mereka berpetualang.Hari ini Nino tidak ada jadwal kuliah dan membuatnya meng-iyakan tawaran ayah Via.”Oh,ternyata kau itu putri monsieur,ternyata Paris juga sempit ya.” “Aku juga tidak mengira pertemuan kita kemarin itu berujung sampai saat ini.Mungkin saat ini kita bisa mulai berteman Nino.”Via dengan nada sumringah menawarkan pertemanan kepada Nino.Dan tentu saja Nino setuju dengan permintaan gadis manis itu.
            Via yang tidak begitu mengenal Paris mengikuti saja arah Nino membawanya ke museum Louvre ,disana Via tertarik karena banyak yang bisa dijadikan objek menarik.Setelah kebosanan tergambar di raut wajah Via,Nino mengajak Via untuk makan siang di sebuah restoran.Di sana mereka bercerita panjang lebar untuk mengakrabkan diri satu sama lain.”Lalu setelah ini tujuanmu kemana,guide?”Dengan nada candaanya ,Via bertanya kepada Nino.”Ehm,kita akan pergi ke Jardin du Luxembourg untuk menikmati indahnya taman di Paris.Dengan tertarik Via menyetujui nya.
            Di Jardin du Luxembourg mereka juga saling memasang mata lensa kamera merka ke sekitar daerah itu.Mungkin sedikit bosan dengan suasana,mereka langsung mencairkan kebosanan dengan ngobrol.Tentu saja mereka tidak akan kehabisan topik ,karena mereka banyak memiliki kesenangan yang sama.Tiba-tiba telepon Nino berdering.Nino menerima telepon itu dan meminta maaf karena ada urusan ,jadi mereka harus pulang saat itu juga.Kecewa sih,karena lagi lagi Via harus gagal merasakan indahnya Eifel saat malam hari.
            Nino mengantar Via pulang sore itu juga.Dia berpesan kepada Nino,besok kalau dia tidak sibuk dia ingin jalan-jalan lagi.Nino meminta maaf dan seakan tidak tega meninggalkan gadis itu dengan kekecewaannya.Nino langsung memutarkan mobilnya dan membunyikan klakson tanda selamat tinggalnya kepada Via.Via coba menerima keadaan ini,sepi dirumahnya ,saat bosan melandanya. ia pegi ke bistro ayahnya yang tidak jauh dari rumahnya.Ia membaca novel di cashier menggantikan ayahnya yang sedang berpesta malam itu.Mungkin dengan membaca novel dapat membuatnya melewati malam sepinya di Paris hari ini.
            Matanya terasa panas membaca ribuan huruf-huruf di novel.Terlihat kameranya tergeletak di meja cashier.Dilihatnya objek pengujung yang menarik dan ia mengambil foto mereka untuk menghapus rasa bosan.Dilihatnya satu per satu hasil fotonya hari ini.Terlihat ada fotonya dan Nino yang lucu dan terkesan mesra.Ada juga gambar paparazzi Nino saat berada di Jardin du Luxembourg.Entah mengapa jantungnya berdegup kencang dan tanpa disadari ia tersenyum sendiri tanpa menyadari ada orang yang ingin membayar.
            Wajahnya,senyumnya dan tutur katanya,semuanya begitu sempurna.Via membayangkan Nino saat dirinya akan tidur.Bayangan Nino seakan nyata dan membuatnya susah tidur.Apakah dia telah jatuh cinta kepada Nino?Atau hanya rasa suka sesaatnya seperti yang ia rasakan kepada pria lain yang ia temui sebelumnya.
            Pagi ini adalah pagi terakhirnya di Paris ,ibunya memintanya pulang lebih cepat,karena ibunya akan mengajaknya berlibur ke kampung halaman ayah tirinya,di Australia.Via juga sedikit kecewa ,tetapi ia senang karena ia akan berkunjung ke Australia.Ia meminta ayahnya untuk menemaninya berkeliling sebelum besok dia harus pulang ke Indonesia.Tetapi permintaan itu tidak bisa dikabulkan oleh Joshua Daniel,hari ini ia harus menjadi juri sebuah lomba masak di Nice.Kecewa untuk ke sekian kalinya Via.Tapi,ayahnya tidak kehilangan akal,Joshua Daniel lagi-lagi menyuruh Nino untuk menemani Via.Nino memang sedikit keberatan,ia hari ini harus mengikuti ujian,tapi ia berhutang janji kepada Via.Akhirnya Nino memutuskan untuk mengajak Via pergi setelah ujiannya selesai.
            Mobil Nino sudah terlihat dari kaca bistro ,Via langsung keluar dan masuk ke mobil Nino.”Ku dengar ini hari terakhirmu disini?”tanya Nino kepda Via.”Tentu saja,buatlah kesan menarik dan jangan kau mengecewakanku seperti Dady.”Via menjawab sambil sedikit meledek Nino.”Baiklah,Eifel malam ini untukmu kok.”Via langsung terdiam,mendengar omongan Nino,pikirannya sudah melayan-layang jauh dan bisa saja Nino akan menyatakan cintanya di Eifel.
            Sore itu merupakan sore terindah menurut Via.Bagaimana tidak,Nino mengajaknya ke Eifel dan makan es krim bersama.Selain itu Via juga di foto dengan background menara Eifel.Sungguh seperti seorang sepasang kekasih mereka saat itu.Hari mulai malam.Tanpa sadar mereka sudah menghabiskan waktu yang cukup lama.”Nah,sekarang ini adalah Eifel pada malam hari,bagaimana?kau suka?”Ucap lembut Nino.Via hanya tertegun dan mengganguk diam.”Sekarang kau sudah puas?Aku mau mengajakmu ke tempat favorit ku.”Dengan setuju Via mengikuti Nino ke tempat favortinya.Tibalah mereka di Arch De Triomphe,sebuah menara yang indah dan tidak kalah indahnya dengan Eifel.Disini Nino biasanya melihat Paris dari sudut pandang yang berbeda.”Nino,kamu baik-baik saja bukan?”Via merasa penasaran mengapa Nino terdiam saat berada di Arch De Triomphe.”Tempat ini indah.Berbeda.Memang biasanya aku hanya diam disini kok.Kau suka tidak?”Via mengangguk walau dihatinya sedikit ada rasa aneh,karena tempat ini jarang sekali orang mengenalnya.Via berdiri di samping Nino.Melihat Nino yang hanya diam ,ia diam-diam mengamati wajah Nino.Orang ini sungguh sabar,tampan,pintar dan tentu saja senyumannya manis.Idealku sekali.Apakah kali ini aku harus menyatakan cintaku padanya,kelihatannya dia juga suka padaku.Senyumannya ku rasa memberikan tanda berbeda padaku.Batin Via terus –terusan berdegup ,jantungnya seakan berhenti.Entah apa yang ia rasakan,ia merasa nyaman dan tenang saat bersama Nino.
            “Nino!”Via tiba-tiba memanggil Nino.Entah apa yang merasukinya sehingga dia tiba-tiba memanggil Nino.
            “Aku ingin berkata sesuatu.Aku suka padamu.Jet’aime.”Entah apa yang membuat Via berani mengatakan cinta di dahapan pria.Nino memang membuat Via jatuh cinta cepat.Baru ketemu jantungnya berdebar kencang dan pikirannya selalu terbayang tentang Nino.Nino merasa bahwa Via hanyalah bercanda.”Hey,nona cantik.Kau bercanda,atau mungkin kau mabuk?”Nino dengan nada enteng bertanya kepada Via.”Aku tidak mabuk,ini benar.Rasanya sesak jika aku tidak mengatakannya.Aku rasa perasaanku ini benar No.”Via dengan yakin mengutarakan isi hatinya.Via memang orang yang suka gegabah dalam melakukan apa saja.Sebelumnya dia pernah berpacaran dan ia memutuskan hubungan karena hari itu ia badmood.”Tapi maaf…”Tiba-tiba seorang gadis cantik dengan postur model datang menghampiri Nino.”Darling.I’m sorry I’m late.Oh ,who is she?Your niece?”Wanita itu bertanya kepada Nino sambil menunjuk Via.Jantung Via seakan berhenti.Darling?Apakah gadis ini pacar Nino.Tunggu,orang bule memang sering memanggil seperti itu kepada temannya.Lalu tidak lama Nino menjawabnya”No problem darl,No,she isn’t my niece.She is Joshua Daniel monsieur’s daughter.She likes my younger sister.”Nino menjawab.Apa Nino hanya menggangapku adik?Lalu bagaimana perasaanku terhadapnya?”Sorry,I must go.Maybe if I’m here I’ll broke your dating tonight.See you Nino.”Via pergi dengan berlinang air mata.Hati nya seakan hancur ,badanya melemas semangatnya mulai rapuh.Sesampainya di bistro ,Via mencoba melupakan hal tadi,ia menghapus air matanya seolah-olah tidak terjadi apa-apa.Tentu saja sebagai ayah ,Joshua Daniel tau.”Ada apa sayang?”Joshua Daniel memberika segelas lemon tea kepada putri nya.”Dady,I want ask something.” “What?” “Apakah Nino itu berpacaran dengan seorang model?”Ayahnya kaget kenapa Via bertanya seperti itu.Lalu dengan santai Joshua Daniel menjawab”Iya,Lemercier junior memang sudah punya pacar.Ia sudah bertunangan bulan lalu.Dan akhir bulan Juli mereka akan menikah setelah Lemercier junior lulus.Ada apa?”Air mata Via tidak bisa di hentikan untuk jatuh.”Hey,darla why are you crying?”Via menjawab dengan jujur pertanyaan sang ayah”Dady,I love him so much.”Joshua Daniel tanpa berkata langsung memeluk putrinya itu.Tidak lama ia berkata”Sudahlah,ia terlalu dewasa untukmu.Aku tau perasaanmu,tapi aku yakin di Indonesia banyak yang lebih darla.”Joshua Daniel mencoba menyadarkan Via yang terisak dalam tangisnya.
            Keesokan harinya di Bandara.Tubuh Via lesu,semalam tidurnya tidak nyenyak.Wajah Nino dan kekasihnya it uterus membayangi yang seakan datang seperti mimpi buruk.Tiba-tiba ketika pesawat akan segera membawanya pulang.Nino datang dan memeluk Via,pelukan hangat yang membuat Via sesak dan menangis.”Adik,aku aka merindukanmu.Kembalilah lagi nanti.”Kata-kata Nino itu membuat air mata Via semakin deras.Memang sesak,orang yang dicintai hanya menganggap kita adik atau bukan siapa-siapa kita.”Tentu Kakak.”Dengan berat hati Via menjawab dan melepas pelukan Nino dan langsung memeluk ayahnya.Kemudian pesawat membawanya pergi untuk melupakan Nino dan Arch de Triomphe yang membuat liburannya menjadi kacau.
                                    -AP-

           


Tidak ada komentar:

Posting Komentar