LOVE,SAD,SECRET ADMIRE,YOU

Rabu, 15 Mei 2013

LAST SUNSET in KUTA



                Pagi ini adalah pagi pertama keluarga Kartasasmita tinggal di Bali.Mereka tinggal di sebuah rumah yang di beli bulan lalu.Rumah di daerah Denpasar mereka pilih karena merupakan pusat kota dari Bali.Sarapan telah disiapkan oleh pembantu rumah tangga mereka.Pak Aji Kartasasmita adalah seorang pelukis yang inspiratif,beliau sering berpindah – pindah rumah karena hanya ingin mencari inspirasi untuk beberapa tahun.Sebelumnya beliau telah tinggal 12 tahun di Batam dan 4 tahun kurang di Jambi.Pak Aji memiliki seorang anak laki-laki 16 tahun bernama Benjamin Oliver Kartasasmita atau singkat saja dipanggil Ben.
            Hari ini adalah hari pertama Ben akan bersekolah dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang baru.Ayahnya berjanji akan menetap selamanya di Bali karena di Bali karya ayahnya dapat berkembang bebas.Ben datang dengan mengendarai mobil bmw milik ayahnya,banyak pasang mata melihatnya aneh karena mereka belum pernah melihat ada yang mengendarai mobil itu sebelumnya.Ben duduk di kelas 11 IPA 5 SMA 1 Denpasar.Ia diperkenal kan oleh Pak Wayan Wijaya guru matematika sekaligus wali kelasnya nanti,Setelah perkenalan ia duduk di sebuah kursi di dekat seorang gadis bali manis berambut panjang diikat seperti ekor kuda.Namanya adalah Niluh Ayu Taruna Indra,namanya cukup indah di telinga Ben.Saat jam istirahat,Ben dan Ayu yang sudah mulai akrab dan pergi ke kantin bersama.Tidak butuh waktu yang lama untuk Ben menyesuaikan diri di sekolah barunya,karena Ayu membantunya untuk beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman barunya.
            Hari demi hari telah dilalui Ben disekolah barunya tersebut,kali ini ia merasa sudah mengenali sekolah itu.Niluh teman sebangkunya yang memiliki hobi menulis menunjukkan karya cerpennya kepada Ben yang sudah dianggap sebagai sahabatnya.Ben sebenarnya tidak begitu tertarik dengan cerpen,tapi ia tertarik dengan dunia yang sama dengan ayahnya,melukis.Tapi ia tidak enak hati untuk menolak karena Niluh memintanya dengan lembut.Saat jam istirahat,Niluh pergi untuk menyusul ulangan kimia di ruang guru,Ben memutuskan untuk membaca cerpen Niluh tadi.Saat membacanya,Ben merasa tertarik dan masuk ke dalam dunia cerpen tersebut.Langsung imajinasi nya keluar dan membuka buku gambarnya untuk mengilustrasikan cerpen tersebut dalam bentuk gambar.Setelah selesai ia menyelipkan ilustrasinya di cerpen Niluh dan menaruhnya di bawah meja.
            Saat pulang sekolah,Ben segera bergegas pulang dan tidak menunggu Niluh ,karena Niluh masih ada urusan di sekolah.Saat kembali ke kelas,keadaan kelas sudah sepi dan hening,Niluh menemukan cerpennya bersama ilustrasi yang di buat oleh Ben,Niluh begitu cepat mengetauhi kalau itu dari Ben karena ada tanda tangan Ben dibawahnya.Niluh merasa senang dan sedikit terharu,dari ilustrasi Ben ,cerpennya seakan nyata.Keesokan harinya Niluh mengucapkan terima kasih kepada Ben.Ben berkata kepada Niluh bahwa ia siap menjadi illustrator untuk cerpen-cerpennya itu.Niluh yang senang langsung menerima tawaran Ben.Kini Niluh sangan semangat untuk membuat cerpen-cerpen karena sahabatnya itu mau membuatkan ilustrasi dari cerpennya tersebut.
            Hari ini adalah hari minggu,Ben yang biasanya menghabiskan waktu untuk melukis di rumah kini memutuskan untuk mencari inspirasi lain ,rumah Niluh! Itulah yang keluar di benaknya.Rumah Niluh merupakan rumah yang desain nya khas Bali dan ada Pura untuk nya beribadah.Dengan membawa kamera serta alat melukisnya ia pergi menuju rumah Niluh.Niluh pagi itu masih sembahyang di Pura nya ,Ben menunggu di dalam mobil sambil menunggu Niluh pulang dari sembahyang.Dilihatnya seorang gadis cantik dengan pakaian khas umat Hindu saat sembahyang dengan membawa sesaji keluar dari Pura.Mata ben yang langsung terkesima melihat Niluh ,langsung keluar dari mobil dan menghampirinya.Ini Niluh versi yang berbeda,lebih cantik dan lebih anggun.Niluh langsung mempersilahkan Ben untuk masuk ke dalam rumahnya.Terlihat ada ayah Niluh yang sedang melukis dengan pasir.Ya,ayah Niluh adalah seorang pelukis pasir terkenal di Bali.Karyanya banyak diminati baik di dalam maupun luar negeri.Ayah Niluh,Gede Bayu Taruna langsung menyambut Ben dengan ramah.
            Gede Bayu Taruna yang memiliki aliran seni yang sama dengan Ben membuatnya menjadi nyaman dan serasa di rumah sendiri saat berada di rumah Niluh.Tidak lama ,Niluh mengajak Ben untuk melukis di sekitar halaman rumahnya yang luas dan artistik.Saat berjalan mata Ben seakan terdiam melihat ke anggunan Niluh ,berbeda dengan di sekolah.Gaya nya yang khas gadis bali lembut membuat Ben memutuskan untuk melukis gadis bali tersebut.Hari menjelang sore,seharian sudah Ben berada di rumah Niluh untuk sekedar ngobrol ,melukis atau hunting foto di sekitar lingkungan rumah Niluh.
            “Hari sudah sore nih,bagaimana kalau Niluh ajak Ben melihat sunset mungkin saja bisa di jadikan objek foto.”Ucap Niluh dengan lembut.Menurut Ben itu adalah ide yang bagus dan tanpa basa –basi Ben langsung membawa Niluh pergi ke Kuta.Mereka sampai di Kuta dengan waktu menunjukkan 15menit sebelum sunset biasanya tiba.Waktu yang di tunggu –tunggu datang!Sunset itu pun mulai beraksi dan tentu tangan Ben siap memotret keindahan sunset itu.Dan akhirnya kebiasaan melihat sunset di Kuta itu menjadi hobi bersama Ben dan Niluh.Setiap pulang sekolah,Ben tidak langsung pulang ke rumah,ia mampir dahulu ke rumah Niluh menunggu waktu sunset itu datang.
**
            Ayah Ben yang masuk kamar Ben untuk melihat hasil karya anaknya menemukan lukisan seorang gadis bali yang cantik,tak sengaja ayahnya juga melihat kamera Ben yang tergeletak di kasur.Ayahnya yang penasaran dengan hasil jepretan Ben langsung melihat-lihat hasil karya anaknya itu.Di kamera Ben kebanyakan terlihat adalah foto-foto gadis bali ,bahkan hampir semuanya adalah foto paparazzi gadis itu.Di pikiran ayahnya,Ben saat ini sedang menjalin hubungan khusus dengan gadis ini.Saat pulang ke rumah ,Ayahnya langsung bertanya kepada Ben apa hubungannya dengan gadis itu.”Tenang Yah,dia akan menjadi milikku nanti,aku suka padanya .Dia gadis asli Bali yang cantik dan lembut.”Ayahnya merasa bahwa anaknya jatuh cinta,tapi ia khawatir jika anaknya jatuh cinta dan nantinya sakit hati.Ayahnya takut jika penyakit jantungnya nanti akan kambuh dan kritis sewaktu-waktuMengingat keadaan Ben yang semakin buruk tetapi Ben tetap berusaha tegar dan kuat karena Niluh.Penyakit itu adalah keturunan dari Alm.ibunya yang meninggal karena penyakit yang sama.Bagaimana jika gadis bali itu memperparah penyakit Ben?Pikiran itu terlintas di pikiran ayahnya,tapi Pak Aji mencoba meyakinkan diri jika anaknya pergi gadis itu bukan lah penyebabnya karena dia adalah gadis yang cantik dan berbeda menurut Ben.
***
            “Hari ini  sunset nya indah ya!Niluh merasa ini adalah sunset terindah,bagaimana menurut Ben?”Nilu berkata sambil menunjuk arah matahari yang akan meredupkan sinarnya.”Iya,tapi masih kelihatan indah Niluh kok,Lihat saja Niluh kelihatan lebih indah dan lembut yang membuat hatiku jatuh cinta.”Entah mengapa suasana yang seperti itu dirasa cocok bagi Ben untuk menyatakan cinta.”Kenapa begitu?oh iya,wajah Ben kenapa itu kok pucat sekali?Ben sakit?”Niluh yang memalingkan pembicaraan saat tersadar keadaan Ben yang pucat sekali.”Tidak apa-apa Niluh,aku baik…baik saja kok.”Ben langsung mengajak duduk Niluh di pasir pantai Kuta yang lembut dan menunggu sinar mataharinya habis perlahan.”Niluh juga cinta dan sayang sama Ben,Niluh juga jatuh cinta kepada Ben.”Niluh dengan sadar mengakatakan hal itu kepada Ben.Ben bersandar di bahu Niluh tanpa merespon Niluh yang menjawab perasaanya.Nafasnya terhenti jantungnya terhenti matanya tertutup bersamaan dengan tenggelamnya matahari.Nyawa Ben telah melayang pergi jauh dengan rasa cintanya kepada Niluh.Atas kematian Ben yang mendadak , membuat Niluh terpukul dan larut dalam kesedihan.
            Hari ini tepat satu tahun kepergian Ben.Niluh berdiri di tengah-tengah pantai Kuta yang ramai dengan membawa sebuah balon yang diikat bersama dengan tulisan kecilnya untuk Ben di surga,akal nyata nya seakan pergi dan di gantikan oleh akal fiksinya.Ia berharap balon nya akan membawa surat rindunya kepada Ben yang  tenang di surga.Saat sunset datang ia melepas balon tersebut dan membiarkan balon itu terbang menuju surga.
-AP-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar