LOVE,SAD,SECRET ADMIRE,YOU

Rabu, 15 Mei 2013

True Love will be home…



Kisah ini dimulai dari seorang gadis yang duduk di fakultas sastra sebuah universitas ternama di Jakarta.Bakatnya menulis ada sejak kecil saat ia SD.Saat SD ia sering membuat puisi dan dikirimkan ke majalah SMP kakanya,untung saja kakaknya waktu itu adalah ketua redaksi dari majalah sekolah dan juga koran pelajar.Gadis ini bernama Diandra ,banyak yang menanggilnya Di,tapi dia lebih senang dipanggil Dra.Alasannya adalah nama panggilan Di banyak yang punya,sedangkan Dra sedikit yang memiliki,bahkan kesannya hanya dia seorang yang memilikinya.Tapi temen-temennya sendiri abstrak untuk memanggilnya,ada yang Di ada juga yang nyebut dia dengan Manusia sastra.Ia merasa bangga dengan apapun yang disebutkan padanya,entah itu baik ,entah itu buruk.Baginya semua itu arti dari orang yang memperhatikannya dengan cara mereka masing-masing.
Diandra tinggal di sebuah komplek perumahan,bukan termasuk perumahan elit seperti perumahan yang ada di Jakarta kebanyakan.Ia memiliki 2 kakak ,yaitu Disa dan juga Lysa.Semua saudaranya sudah lulus kuliah.Disa kakak pertamanya kini sudah melepas masa jadi anak magang dan menetap di sebuah kantor redaksi majalah remaja.Lysa,kakak nya yang kedua ,sedang magang kerja di sebuah perusahaan ternama di Jakarta.Diantara dua saudaranya,Diandra lebih dekat dengan Lysa,karena Lysa lah yang membangkitkan sastranya,walaupun hanya untuk beberapa kalangan yang disebut penikmat dengan level sederhana.
Pagi ini saatnya Diandra berangkat kuliah,seperti biasa pacarnya,Nudy selalu menjemputnya.Nudy adalah pacar Diandara sejak SMP,saat pertama SMP,Nudy sudah jatuh cinta pada pandang pertama dengan Diandra.Diandra adalah gadis cantik dengan segala sesuatu yang memberikan nilai lebih di mata Nudy.Akhirnya,dengan segala keberanian Nudy menyatakan semua nya kepada Diandra yang selalu terlihat acuh tak acuh kepada cinta.Tapi ,Nudy merubah segala pandangan Diandra tentang cinta,dan hingga sekarang Nudy mengajarkan Diandra arti cinta secara manis dan juga pahit.Banyak yang tidak mengira mereka bisa jadian,padahal Nudy tidak begitu menunjukkan sukanya kepada Diandra,tapi itulah Nudy,manusia penuh kejutan bagi orang lain termasuk Diandra.
“Siap berangkat Tn.Putri?”Menyambut Diandara dengan sekotak coklat yang dibeli Nudy saat lewat di depan sebuah kedai coklat.
“Siap!Kejutan ke seribu lebih buat aku.Makasih banget,Nyot!”Diandra selalu memanggil Nudy denganNyot,karena Nudy juga punya nama panggilan yang sama dengannya.Karena itulah,ide kreatifnya muncul untuk mengganti namanya menjadi Nyot,tapi nama itu hanya untuk dirinya sendiri.Diandra juga membuatkan gantungan kunci dari flannel denga tulisan D2.Artinya adalah Di dan Dy.
Pemandangan kampus saat itu sangatlah terlihat ramai ,banyak mahasiswa berlalu lalang,berdiskusi atau sekedar mengobrol bebas dengan teman-teman mereka sebelum dosen membubarkan mereka dengan kelas kuliah.Seperti biasa ,jika di kampus selalu di habiskan Nudy dan Diandra bersama di sebuah tangga.Mereka selalu duduk berdua ,sesekali mereka mengobrol,tapi kadang obrolan itu tidak begitu direspon oleh Diandra,karena Diandra sedang sibuk dengan pacar keduanya,Laptop.Laptop sudah bagaikan pacarnya,bahkan sayangnya lebih dari yang diberikan kepada Nudy.Nudy adalah tipe orang yang menerima orang lain apa adanya,jadi ketika pacarnya itu sibuk dengan laptopnya ,ia langsung berhenti berbicara, langsung mengambil i-pod dan langsung mendengarkan musik favoritnya.Dilihatnya,Diandra sedang sibuk mengarang sebuah cerpen untuk dikirim ke sebuah majalah.Meskipun kakaknya bekerja di sebuah redaksi majalah,tapi Diandra tidak pernah mengirimkan cerpennya itu ke kakaknya,ia ingin sastranya mandiri,bukan seperti saat dia SD yang sastranya di nikmati karena ada kakaknya yang mendorong.
“Nanti sore ke Bandara ya?”Nudy berbicara lirih kepada Diandra,takut jika terlalu keras Diandra tidak merespon dan ia di tertawakan oleh teman-teman yang lewat berlalu-lalang.
            “Hem…Wait!Bandara Nyot?”Diandra awalnya hanya merespon singkat ,tanpa ia sadar ternyata permintaan Nudy saat itu aneh.
            “Iya,jemput sepupu jauh aku.Dari Milan,mau pindah ke Indo.Inget kan waktu aku ijin ke Milan waktu itu untuk melayat,ayahnya meninggal dan ia mutusin untuk di Indo,biar kenangannya itu sedikit hilang dan ia hidup normal lagi.”Nudy menjelaskan semuanya itu kepada Diandra.
            Kali ini respon Diandra berbeda dengan biasanya.Cerita Nudy entah mengapa kali ini membuatnya merasa ada yang menarik hatinya.Ditutup laptopnya dan merespon lebih serius lagi omongan Nudy.
            “Jadi dia itu masih terbelenggu dengan kesedihannya?Tipe orang yang susah berpindah hati pastinya.Pasti kalau dia punya cinta dan dia tersakiti atau ditinggal pergi kesedihannya berlarut-larut dan mencari pelampiasan.”
            “Iya,aku tau kamu anak sastra.Gausah serius gitulah bahasanya dan cara nanggepinnya,bisa gak?”
            “Ya,kamu gitu aja marah.”
            “Bercanda sayang,kantin yuk.”
            “Kelasku 15menit lagi,Nyot!”
            “Sebentar”
            “Baiklah Nyot.”Diandra menutup laptopnya dan bergegas menuju kantin bersama Nudy.
            Sore yang ditunggu itupun tiba,kini Diandra dan Nudy menunggu kedatangan sepupu Nudy itu ,nama saudara Nudy itu adalah Justin.Setelah menunggu cukup lama akhirnya sosok yang ditunggu itupun datang.Justin adalah seorang pria tampan dengan tubuh cukup tinggi dan juga rambutnya yang tipis berwarna hitam dan matanya itu sangatlah indah.Diandra berkenalan dengan Justin,saat tangan mereka bersatu dalam perkenalan,tiba-tiba ada sebuah perasaan aneh,di dada mereka berdua seperti merasakan sebuah perkenalan sebelumnya,tapi Diandra langsung melepaskan tangannya dan melupakan perasaan aneh itu.
            “Baiklah,kita makan dulu.Ini kan malam minggu.Hey,Justin enjoy your first day with us ya!”Justin hanya diam dan mengganguk.Di perjalanan mata Diandra tidak lepas memandang wajah Justin dari kaca spion yang tergantung dengan sedikit hiasan gantungan D2 yang ia buat waktu itu.Ia merasa tak asing dengan mata itu.Mata itu seperti mata seseorang di masa lalu nya,jauh sebelum Nudy datang padanya.
            “Di,ngelamun aja.”Nudy tiba-tiba mempergoki Diandara yang hanya diam dan terpaku.
            “Oh,gapapa kok.Lagi kelaparan aja.”jawabnya ngelantur,takut kalau Nudy curiga lebih dalam.
            “Bentar lagi kok.”
            Sesampainya di restoran yang dimaksud,mereka bertiga langung masuk dan duduk.Nudy duduk disebelah Justin dan tentu saja Diandra duduk di depan Nudy.Seorang pelayan memberikan deretan tulisan menu untuk mereka bertiga dan tiba-tiba telepon Nudy berdering,dengan sigap ia mengambil ponselnya itu dan langsung sedikit menjauh dari mejanya.Seiring dengan itu,pelayan pun mulai pergi sambil mempersilahkan penghuni meja itu memesan dengan leluasa.
            “Justin kamu mau pesan apa.Can you speak Indonesian?tanya Diandara kepada Justin.Ia bermaksud untuk mencairkan suasana yang hening saat Nudy pergi.
            “Yes,but just a little.Please understand ya.”Justin menjawab sambil tersenyum kepada Diandra.
            “Oke,let us see,where is your favorite food in Indonesia?This is one of the best Indonesian restaurant in Jakarta.”
            “Hm,aku suka fried rice.Nasi goreng.”dengan perlahan karena takut salah ,Justin menjawab ocehan dari Diandra.
            “Oke,I will write on this and yeah maybe I will order the same with you and Nudy too.
            “You are perfect couple.”Tiba-tiba Justin berkata seperti itu saat melihat Diandra menulis di kertas pemesanan.Diandra hanya tersenyum dan langsung memanggil pelayan agar segera mengolah pesanan mereka.
            “Sorry,ya nunggu lama banget.Telepon dari dosen aku tadi.”          
            “Oh no problem brother.”Justin langsung menjawab dengan senyuman kepada Nudy.
            Di restoran itu,di meja nomor 8 penghuninya terlihat gembira dan akrab satu sama lain.
            Setelah cukup lama berada di restoran itu,akhirnya mereka memutuskan untuk bermalam minggu dan kali ini Diandra menawarkan rumahnya untuk jadi markas.Mobil bmw Nudy melaju menuju rumah Diandara.
            “Siapa tuh Di?”tanya Lysa kepada adiknya saat penasaran melihat Justin.
            “Oh itu sodaranya Nudy dari Milan.”Diandara menjawab sambil melepas jaket dan sepatunya .
            “Bentar gue buatin minum dulu buat mereka,Di.”Lysa berlalu dan beranjak menuju dapur.
            “Hay hay,sorry lama,ritual dulu.”
            “Hu,bilang aja ganti baju.”
            “Cuma ngelepas jaket sama sepatu doang Nyot.”
            Lysa datang sambil membawakan teh hangat yang ia barusan seduh.Dan ruang tamu saat itu berubah jadi ruang dengan obrolan hangat dan penuh tawa.
            Minggu pagi!adalah saat yang paling enak untuk bangun kesiangan dan bermalas-malasan,setidaknya sebelum malam tiba ,hidupnya digunakan untuk bermalas-malasan.Karena jika sudah malam tiba,ia harus berkutat dengan tugas kampus yang seabrek.Bangun jam10 mandi jam 11 dan sarapan ditambah makan siang adalah pekerjaan Diandara setiap hari minggu ,jika Nudy tidak mengajaknya kencan.Waktu kosong di siang hari ,biasanya ia habiskan untuk melanjutkan pembuatan cerpen dan juga sesekali membuka file novel yang ia telah susun semenjak 3bulan yang lalu.Ia bercita-cita hidup dari sastra ,tapi memang sastra tidak begitu meyakinkannya untuk hidup bahagia selamanya,tapi keyakinannya lebih dalam dan juga kuat,jadi semua itu berhasil ditampiknya.
            Tiba-tiba terdengar teriakan Disa yang memanggil Diandra dari depan rumah.”Di,ada si Nudy tuh.”Diandra melihat dari sisi jendela kamarnya untuk memastikan bahwa itu Nudy dan ternyata benar.Laptop langsung ia tutup dan bergerak menuju ruang tamu.
            “Hey,Nyot!Why?”
            “Renang yuk.”
            “Panas Nyot.Gila kamu,mau gosongin pacar kamu ya?”
            “Ya cari yang indoor lah Di,Tuh di mobil Justin udah siap,cepetan ganti dan beres-beres sono.”Diandra terpaksa menyanggupi permintaan Nudy itu.Diandara tidak begitu jago berenang seperti Nudy,karena ia hanya bisa satu gaya berenang yaitu gaya kodok yang dianggapnya gaya yang paling asyik sedunia.
            Mobil itu melaju kencang,Justin yang saat itu mengendalikan mobil sesekali melakukan hal yag sama dengan Diandra waktu itu,melihat mata Diandra dari kaca spion.Sama seperti Diandra,rasanya mata itu tidak asing bagi Justin.Tapi,Justin tidak ingin memikirkan semua itu tertalu dalam ,ia ingin fokus mengendalikan setir bundar karena ia tau ,ia membawa 3 nyawa saat itu.
            Kolam renang indoor dengan fasilitas yang ada.membuat perasangka Diandara tentang kolam renang yang panas berubah.Ia jadi ingin sekali untuk menenggelamkan sebagian tubuhnya disana.Suasana kolam renang itu seperti suasana asri Bali yang baginya eksotik.
            “Mau berenang ya?”
            “Yes,situasinya beda ,Just.”Jawab Diandara,dipinggir kolam hanya terlihat Justin dan Diandara ,sedangkan Nudy sudah beralayar jauh dari mereka,Ya,Nudy memang hobi berenang dan saat SMA dulu ia adalah perenang yang hebat satu sekolah.
            “Can you swim?”tanya Justin kepada Diandra dengan ramah.
            “Yes,but just a simple swim,I think.”Jawab Diandra dengan sedikit malu.Situasi berdua dengan Justin seolah ditakdirkan padanya,seolah takdir menyuruh Nudy untuk pergi sejenak dan membiarkan mereka berdua,membiarkan Diandra memastikan mata indah itu,begitu juga dengan Justin.
            “A long time ago,I have been in Indonesia and you must know,I miss…”ucapan itu terhenti dari mulut Justin secara tiba-tiba.Entah mengapa saat itu bibirnya terasa berat untuk berkata lebih.Seakan kunci tiba-tiba datang dan membeku kan bibirnya.
            “Miss?For who?
            “My old story,when I was child.She look so beauty with her white dress.
            “White? Dress?”ungkapan kaget itu ditunjukkan Diandra.
            “Ehm,ya.She weared this.”
            “What’s her name ,Justin?”
            Justin hanya diam terpaku.Ia tidak menjawab sepatah katapun dari pertanyaan yang diberikan Diandra.Sikap membisunya Justin itu membuat Diandara sedikit merasa aneh dengan sikap Justin.
            “Forget those everything.Let’s swim like now.”Justin langsung melabuhkan tubuhnya itu ke dalam air dan tubuhnya mulai bergerak untuk berenang.Kata-kata yang diucapkan oleh Justin tadi serasa mengena di hatinya.Gaun putih,ia ingat jelas gaun putih itu adalah gaun yang ia pakai waktu bertemu dengan pangeran masa kecilnya.Jujur saja,pangeran masa kecilnya itu masih memiliki tempat spesial di hati Diandara.
            Selesai berenang ,mereka langsung makan di sebuah kedai makan yang tidak jauh dari tempat mereka berenang.Diandara hanya berenang sebentar saja,pikirannya selalu menuju ke arah Justin dan rasanya ia ingin sekali mengetauhi nama gadis itu.Apakah itu adalah dirinya?Apakah justin pangeran masa kecilnya?Entahlah,Diandara tidak begitu yakin sama sekali.
***
            Kejadian itu telah pergi selama 12 tahun,waktu itu keluarga Diandar pindah ke komplek perumahannya itu.Perumahannya itu begitu asri dan dibelakang perumahannya terdapat sebuah taman dan disana ada sebuah pohon besar.Disanalah Diandra bertemu pangeran masa kecilnya.Anak laki-laki itu begitu tampan dan manis,Diandra tidak begitu mengenal siapa anak laki-laki itu,tetapi setiap sore ia dan anak laki-laki itu selalu bermain bersama.Anak laki-laki itu selalu membawa layangan bertuliskan”I want Fly like a kite,so I can find my happiness”Menurut Diandara,anak laki-laki itu sangatlah berbeda dari teman-temannya yang lain.Diandra dan anak laki-laki itu sama-sama menyukai sastra dan menyukai kebebasan sebagai bagian dari hidup mereka.Mereka sama-sama tidak menceritakan dimana rumah mereka dan siapa nama orang tua mereka serta dimana mereka bersekolah.Karena bagi mereka,jika orang tua mereka tau tempat persembunyian ,maka keluarga mereka akan tau dan mencari mereka disana.Ini bukan sebuah kebebasan yang mutlak bagi kedua anak ingusan ini.
            Di pohon besar itu mereka membuat dunia mereka sendiri.Kerajaan Freedom.Dimana mereka bebas untuk melakukan apa hobi mereka.Mereka dalam masa kecil menanggap mereka adalah utusan dari dunia Fiksi yang jatuh ke bumi untuk menciptakan kebebasan berkarya dalam sastra.Bagi mereka,fiksi dunia yang bahagia.Diandara dan anak laki-laki itu sama-sama menyukai fiksi dan menulis,atau singkat kata sasta.Walaupun mereka tau sastra itu bukan hanya fiksi tapi definisi mereka sendiri membuat mereka nyaman dengan sastra versi sendiri.Anak laki-laki itu sangat terobsesi menjadi seorang ahli sastra seperti Khalil Gibran.
            Setiap sore mereka selalu memarkir sepeda mereka di dekat pohon sambil membawa sebuah buku tulis tebal untuk menuli sesuatu karya.Kemudian anak laki-laki itu menerbangkan layang-layangnya itu ,terlihat layang-layang itu sudah menjulang tinggi ke arah langit.Dibiarkannya layang-layang itu terbang dan mereka mulai merangkai kata-kata sederhana menjadi sebuah karya sastra.
            “Kita sudah sering menuliskan ini semua.Tapi tidak satupun yang bisa bebas terbang Herlangga.”
            “Kamu benar,Putri.Aku akan membeli balon disana.Dan kita tempelkan semua ini di balon itu,nanti karya kita akan terbang bebas ke angkasa.”
            ‘Herlingga,kau sangat pintar,Baiklah.Silahkan.”
            Mereka berdua memang mencintai dunia kebebasan itu.Bahkan mereka mengganti nama mereka dengan nama yang asal keluar dari mulut mereka.Balon pun datang.Mereka langsung menempelkan kertas mereka di balon yang mereka beli dan menerbangkannya ke langit luas.Dan hari-hari berikutnya mereka lakukan dengan hal yang sama.
            Ujian akhir sekolah dasar membuat segalanya berubah.Mereka jarang pergi ke kerajaan kecil mereka.Layang-layang ,balon yang diterbangkan semua nya terlihat mati.Mereka harus fokus di dunia nyata mereka masing-masing.Ujian telah berakhir dan Diandra saat itu amatlah semangat untuk pergi ke kerajaan mereka.Tapi,Herlingga tidak ada disana.Padahal mereka pernah berjanji disana.Harapan itu musnah ketika Diandra melihat ada sepucuk surat diatas layang-layang yang ternyata dari Herlingga.
            Hey ,Putri dari Freedom Kingdom
            I will fly to my happiness…
            I must move there
I wish maybe 10 years or more we can back together ya.And still make a freedom in part of our life.If you understand,please make my letter fly with your answer Putri.
Oh,ya.Selama ini aku memendam cinta padamu.Memang anak kecil tak pantas dan mungkin berdosa ,but I love you
            -herlingga-
Tangisan seketika keluar dari mata indah Diandra.Ia tidak menyangka Herlingga pergi di saat semuanya sudah terasa bebas dan kembali.Satu tahun terpisah,dan kini harus selamanya.Diandra kecil telah kehilangan pangerannya.
            Why?You did it.Why? You didn’t wait me until I’m back.You are crazy boy.
            Oke I’ll wait agen.I will wait.And I hope you will remember me
            You said I love you,I just can say the same Herlingga
                        -putri-
            Surat balasan itu langsung diterbangkan dengan balon seperti biasanya dan layang-layang itu dikubur dalam-dalam di dekat pohon itu.Diandra kecil pun sekarang menjadi berpindah dan pensiun dari kerajaannya dan meneruskan sastranya di dunia nyata.Kenangan bersama Herlingga dikuburkan dalam-dalam.Tapi semua itu sulit,sampai sekarang walaupun ada Nudy ,tapi ada tempat tersendiri untuk pangerannya itu.
            Jakarta,Juli 2007
            Tidak disangka saja,kuliah 4 tahun rapi dituntaskan pasangan kekasih dan sahabat baru mereka yaitu Justin.Walaupun mereka terlihat bukan anak yang tertalu pandai,tapi setidaknya IP mereka bagus dan kuliah mereka rapi.Kini gelar sarjana didapat masing-masing di belakang nama mereka.Sarjana Sastra dan juga Hukum di dapat mereka bertiga.Kini mereka harus berusaha magang dan mandiri.Nudy memutuskan magang di sebuah kantor pengacara karena sarjananya hukum.Justin magang di sebuah kantor redaksi majalah berita dan Diandra memutuskan untuk mencari celah untuk mengirimkan novel karyanya sejak 4 tahun lalu.
            Diandra mencoba mengirimkan novelnya ke sebuah penerbit dengan sedikit bantuan informasi dari Justin.3 bulan kemudin penerbit itu mau menerbitkan novel itu karena penerbit menanggap jika novel itu memiliki karakter berbeda.Senang bukan main dari hati Diandara,entah mengapa baru kali ini ia senang bukan main.Satra nya hidup dan seakan cita-cita nya menjadi nyata.4 tahun ia mencoba untuk menulis semuanya dan kini buahnya sudah matang.
            Tiba-tiba teleponnya berdering.dari Nudy.
            “Hay,ini calon penulis Nyot!”
            “Maaf mbak,saya Tarjo saya menemukan pemilik hp ini kecelakaan mobil mbak,sekarang mas ini ada di rumah sakit Pelita Harapan.”
            Dadanya seakan sesak bukan main,ia sempat bahagia dan ketika itu juga seperti datang sebuah pisau tajam menghantam seluruh tubuhnya.Sakit.Bagaimana Nudy?Langkahnya langsung membawanya dan Justin pergi ke rumah sakit.
            Disana ditemuilah Nudy yang terbaring tak sadarkan diri dengan luka pendarahan di otaknya.”Please Nyot!Wake up.I here for you.Bali is next year for us.We will holiday ,tunangan sayang.”Air mata nya tak henti turun di dari matanya.Nudy tak sadarkan diri sama sekali.Detak jantung Nudy sangatlah lemah.Ia takut kehilangan Nudy ketika semuanya akan berlabuh,mimpi mereka akan nyata.Tidak lama Nudy sadar dan berkata kepada Diandra.”I’m weak now,dear.Hold me until I’m die.”ucapan kecil itu muncul dari bibir lemah Nudy.
            “No boy!We will here ,in this world together.”jawab Diandra tidak kuat sambil memegang erat tangan Nudy yang lemah.
            “Justin!Jaga dia ya.”Kemudian Nudy berpaling menuju Justin.Kata-katanya seolah membuat Diandra semakin diyakinkan kalau Nudy akan pergi selamanya.
            “Yes.But now,you must strong brother.She!She will be with you forever.Believe.”
            Nyawa itu telah hilang,kembali ke asalnya.Nadi itu telah berhenti dan seakan lelah untuk kembali berdetak.Suasan haru ada di ruangan itu.Diandra dan seluruh air matanya tertumpah di ruangan itu.Justin berdiri tegap dengan seluruh air mata yang di tahan dan berusaha menjadikan nyata kata terakhir dari Nudy.Nudy telah melayang jauh dari bumi,meninggalkan segalanya,semua hal yang indah bersama Diandra.
            Jakarta,2010
            Semuanya sudah berlalu.Nudy dan seluruh impiannya bersama mereka telah dikubur dalam-dalam.Semuanya berubah karier menulisnya kehidupannya,semuanya bermetamorfosa menjadi sebuah kehidupan yang baru.Ketika ia tersadar hatinya tidak kuat mengingat segalanya,langkah kakinya membawanya pergi menuju kerajaan Freedom.Tempat masa kecil yang selalu membuatnya nyaman bagaimanapun kalutnya.Ia memutuskan datang dan pergi kembali ke tempat itu.Kebiasaan Diandara kecil kembali dilakukan menulis karya dengan semua ingatannya tentang Nudy.Hay,Nudy!Apa kabar kamu di surga.Everything change Nyot.Udah gak ada Nyot lagi disini.I miss you so…See you in heaven…nanti entah itu kapan.Diandra.Surat kecil itu diterbangkan bersama balon berbentuk hati.
            “Hay,kok disini?”
            “Justin.”Diandra menjawab sambil menghapus air matanya.
            “Are you Putri?”
            “Herlingga?”
            “Jadi Herlingga itu adalah kamu?”
            “Iya,kamu beneran Putri itu?”
            Diandra membuka layangan yang telah ia kubur beberapa tahun yang lalu.”This is yours?”Anggukan dari Justin terasa menjawab semuanya.
            “Jadi benar?Kemana saja kamu.I miss you Herlingga.”
            “Kamu juga kemana saja.Aku hanya ada di Milan dan Indonesia.Dan hari ini aku teringat tempat ini adalah kebebasanku.”
            “Lalu kenapa kamu mengenalkan diri kamu dengan nama Herlingga.”
            “Itu nama Alm.kakakku and you?Why must Putri”
            “Aku suka dengan nama itu,karena nama itu tidak ada dinamaku.Simple kan.”ucap Diandra.
            Sungguh semuanya tidak benar-benar dipercayai Diandra.Justin adalah pangeran itu,pangeran itu,cinta masa kecilnya dan mungkin takdir sudah menjodohkan mereka sejak dulu.Nudy seolah ditakdirkan sebagai jalan Diandra untuk bertemu Justin.Semuanya tampak indah setelah lama Diandra hidup dalam kesedihan.Justin dan dirinya menjadi putri dan pangeran yang utuh di kerajaan mereka.Justin merubah suratnya dulu menjadi kata-kata di hadapan Diandara dan begitu pula Diandara mengubah balasan suratnya waktu menjadi satu benang untuk mereka bersatu.Ingatan mereka begitu kuat dengan surat kecil itu.
            “I hope that Nudy will be smile in Heaven .See us together and…
            “See us together like he want.”Diandra meneruskan harapan kecil yang penuh makna dari Justin.Perkataan Nudy saat itu sangat mengisyaratkan semuanya yang terjadi hari itu ,detik itu.Dan layang-layang bertuliskan “I want Fly like a kite,so I can find my happiness”diterbangkan.Kata-kata itu seakan nyata dan benar,Now,They are flying and just found their happiness in their world and to be forever.Matahari tenggelam dan segalanya bercampur menjadi satu.Tenggelamnya matahari sama dengan tenggelamnya seluruh penantian Justin dan juga Diandra di masa kecil.
            True love will be back in their home
            No matter how far the distance
            No  matter how long you waited for it
            Just one,they will be come back when God said that’s the time for your true love…
-AP-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar