LOVE,SAD,SECRET ADMIRE,YOU

Kamis, 27 Juni 2013

Ini Sudah Hari Jumat


Dalam satu minggu ada hari yang paling aku suka.Jumat.Mungkin kebanyakan orang suka dengan hari sabtu malam karena mereka bisa menghabiskan waktu mereka dengan orang-orang yang mereka sayangi.Atau bahkan mereka menyukai hari minggu karena waktunya libur dan bisa membuat dirinya sendiri menjadi seutuhnya.Tapi,aku berbeda dari mereka.Alasanku menyukai hari Jumat adalah sederhana.Aku bertemu kamu.Seseorang yang sudah satu setengah tahun ini menjadi pasangan jarak jauh ku.
Hari ini sudah hari Jumat,seperti biasanya aku selalu datang ke stasiun kereta untuk menjemput kamu.Jika di kalender orang lain yang dilingkari adalah hari teristimewa,tapi aku tidak.Setiap Jumat adalah hari istimewaku dan lingkaran ini lingkaran hati.Seperti biasanya,setelah pulang kerja,aku menunggu kamu disini.Tempat yang setiap hari Jumat ku berjumpa dengan mu setelah setiap hari Minggu sore kita berpisah.
Senyumku seluas kebahagiaanku.Aku sudah siap mendengar kabarmu,melihat tawamu dan tentunya merasakan rindu kita berdua.Sudah satu jam berlalu,tapi kereta arahmu belum datang di hadapanku.Apakah kamu tidak kembali di hari Jumat ini?Aku tetap menunggu,pikiranku melayang-layang tak jelas artinya.Tapi,hatiku tetap meyakinkan diri kalau kamu akan datang.Mungkin saja kamu sibuk lalu pulang ke kota ini terlambat.Aku memutuskan untuk menunggumu.
Aku duduk diantara ratusan orang yang ingin pergi atau menjemput orang yang mereka kasihi.Ini seperti aku,tapi bedanya aku yang lebih lama menunggu dibanding mereka.Jarum jam tangan mungilku sudah menunjukkan pukul lima sore.Biasanya kita sudah menghabiskan waktu dengan kebersamaan,tapi hari Jumat ini?semuanya berbeda.
Aku masih setia.Setia menunggu kamu.Aku sebenarnya tidak suka untuk menunggu,tapi ini ku lakukan demi rinduku pada kamu.
“Mbak,nunggu kereta mana?”tanya seorang petugas kepadaku.
“Saya menunggu seseorang pak.”
“Kalau boleh tau dari mana ya?”
“Dari Jakarta  pak.”jawabku singkat.
“Oh dari Jakarta.Lhoh!Mbak belum tahu ya?Kan terjadi kecelakaan mbak dan penumpangnya 10 orang meninggal.”
Aku hanya terdiam.Aku berharap apa yang ku dengar bukan apa yang dirasakannya kali ini.Aku berharap ini hanya sebuah firasatku yang salah.Tidak lama telepon gengam ku berdering,ku lihat nomor ibumu meneleponku”Rino kecelakaan kereta dan sekarang Tuhan sudah mengambil nyawanya sayang,sekarang ada dirumah sakit.Segeralah datang kemari”Suara itu adalah suara lembut mama mu yang juga sudah aku anggap seperti orang tuaku sendiri.Suara lembut itu seakan pecah dan mengeluarkan hal yang tak pernah terduga.Rino meninggal?Rasanya aku hanya terdiam dalam suatu keramaian.Tubuhku seakan kaku.Aku langsung mencari taksi untuk pergi ke rumah sakit.    
Dirumah sakit,aku langsung berlari menuju ke ruang jenazah.Disana aku melihat keluargamu merasakan hal yang sama denganku.Aku langsung larut dan masuk dalam situasi ini.Kedua orang tuamu memelukku hangat seakan ingin membekukan air mataku,tapi itu tak mampu.
“Rino kecelakaan tadi siang,lalu dibawa ke Bandung,tante takut ngasih tau kamu kalau kamu lagi kerja.Maaf.”
“Gak apa-apa tante.Aku makasih banget sama tante dan keluarga karena sudah membiarkan saya bahagia sesaat bersama Rino.”
**
Semua pelayat sudah pergi,kini tinggal aku dan batu nisanmu yang tersisa.Aku masih belum percaya kalau harus secepat ini.Aku bingung,kenapa hari Jumat yang kali ini Tuhan tidak memberiku kesempatan bahagia seperti yang sebelumnya.Tapi aku berusaha ikhlas,aku berusaha melepaskanmu karena aku melepaskanmu untuk keabadian hidupmu.

-AP-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar