LOVE,SAD,SECRET ADMIRE,YOU

Sabtu, 29 Juni 2013

Sabtu Malam antara Masa Lalu kita

            Hidup itu ada dua bagian,masa depan dan masa lalu.Mungkin ada sebagian orang yang tidak ingin lagi untuk mengulangi atau sekedar membicarakan masa lalunya,tapi ada juga orang yang sangat senang jika masa lalunya bisa menjadi bagian dalam masa depannya.Aku adalah orang yang memiliki keduanya.Bagiku masa lalu sangat klise jika diulang tetapi terasa nyaman jika aku harus menceritakannya kembali.
            Suatu malam kami keluar bersama.Singkat kata berkencan.Malam itu malam minggu,kami seperti pasangan yang lainnya.Melepas rindu.Kami sudah sekitar dua tahun berhubungan dengan jarak yang menjadi krikil berduri,tapi kami yakin  bisa bertahan.
            Malam itu kami memilih ice cream café yang berada tidak jauh dari pusat kota.Suasana café ini merupakan suasana yang paling aku dan kekasihku suka.Akustikan,lalu dekorasi dari café itu sangat membuat kami serasa berada di keromantisan.Kekasihku yang kali ini tidak begitu romantis,berbeda dengan kekasih masa lampauku yang bisa disebut mantan.
            Seperti biasa kami makan dan menceritakan kejadian-kejadian yang selama seminggu sudah kami alami.Dengan tawa kami melepas rindu kami.Kalau saja waktu bisa diberhentikan,aku ingin selamanya bisa seperti ini tanpa waktu harus mengahalanginya.Saat tawa kamu bergejolak,tiba-tiba dari pintu masuk terdapat seorang pria tampan.Saat aku tidak sengaja menatap mata itu dan aku tersadar,dia mantan kekasihku.Matanya masih sama seperti dahulu dan rasanya jantungku berdetak lebih cepat.Tuhan,maafkan aku malam ini karena perasaan ini muncul lagi untuk dia.
            “Hey,kok kamu ngelamun sayang?”tanya kekasihku yang heran melihatku hanya terdiam.
            “Oh,gak apa-apa kok.Cuma kayak pernah lihat dia.”aku berpura-pura biasa saja sambil menunjuk ke arah mantan kekasihku itu.
            “Oh dia?Eh,itukan temen aku sekampus.”kata kekasihku.Apa dia mengenal mantanku?Memang selama ini aku hanya merahasiakan kalau dia adalah mantanku,aku tidak ingin rasa ku ini muncul lagi untuk dia,aku ingin melupakannya.Tapi usahaku tiga tahun ini mungkin saja akan gagal mala mini juga.
            “Rino!”panggil kekaksihku kepada mantanku itu.
            “Hey,Jordi.Apa kabar?Dia…”Rino menyapa halus seperti biasanya dia menyapa orang lain.Rino menunjuk ke arahku dan kali ini jantungku rasanya ingin terlepas.
            “Kenalin,Milia.Pacar gua.”Rino hanya terdiam.Mungkin dia baru saja sadar kalau aku dan teman nya itu berpacaran.Rino seperti biasanya,pura-pura cuek tapi aku tahu ia menyimpan sesuatu.”Ayo duduk.Kita makan bareng.Gausah takut ganggu deh.”
            Kami duduk bertiga.Ini adalah atmosfer yang paling sesak.Suasana romantis pecah seketika,ice cream di hadapanku serasa panas saat ku makan.Aku ingin lari dari semua ini,pikiranku melayang-layang jauh entah kemana arahnya.
            “Kok lo di Jakarta juga?”
            “Iya,Jor.Liburan sabtu malam gitulah.”
            “Oh gitu.Lo kok masih jomblo.Mana Regita?”Aku langsung tersedak.Pertanyaan Jordi kepada Rino sangatlah membuatku semakin muak jika harus bertemu Rino.Regita adalah penghancur hubunganku dengan Rino waktu itu.Regita waktu itu lebih mempesona dan membuat Rino lupa jika aku kekasihnya dan kami pun berpisah dengan seluruh cinta dan benciku kepada mereka.
            “Kenapa lo tanya dia,bukannya dia itu…”Rino belum sempat meneruskan omongannya,Jordi memotong,seolah-olah aku dilarang keras mendengarkan endingnya.“Kamu kenapa sayang?”tanya Jordi halus kepadaku.Aku terdiam sejenak.Rino pun juga menatapku,tapi tatapan itu bisa aku artikan sebagai ejekan untukku.”Aku gak apa-apa.Kurang ati-ati aja sayang.”untung saja aku bisa berkelak.
            Malam sudah semakin larut,kini waktunya atmosfer yang ku tahan harus pecah agar aku bisa sedikit lega.Rino pun pergi pulang sebelum kami pulang.Tidak lama kami pun juga pulang.Di jalan aku hanya bisa terdiam.Aku sangat ingin bercerita jika orang tadi adalah mantan kekasihku,tapi apa daya,hati kecilku masih belum bisa menanggap seutuhnya Rino sebagai masa lalu.
            Setibanya aku dirumah.Aku langsung menggelapkan kamarku.Suasana gelap sangat pantas dengan hatiku yang sedang bergejolak.Sudah lama aku berpacaran dengan Jordi,tapi kenapa aku belum bisa seutuhnya melupakan Rino.Dan malam ini dia kembali lagi,lalu aku harus berdusta dengan semuanya.Tuhan,maafkan aku.
            Sore ini adalah sore dimana aku harus mengantar Jordi ke stasiun kereta untuk dia pulang ke Bandung.”Sampai jumpa sabtu malam.”kataku lembut.Jordi pergi dan aku harap Rino juga sama,tapi aku lebih berharap jika Rino tidak akan pernah ada lagi di kehidupanku karena aku ingin bahagia dengan dia yang benar-benar menjaga hatiku.
            Jordi meneleponku setelah dia sampai di Bandung.Aku sangat senang jika aku tahu kabarnya baik-baik saja.
            “Sayang,aku bertemu Regita.”
            Aku terdiam sejenak.Aku bingung siapa Regita.”Itulo,yang aku omongin sama Rino waktu dulu.Dia temen aku SMA,dulu dia ikut progam akselerasi dan sekarang dia hampir lulus jadi dokter.Keren ya?Dulu itu Regita idola banget,susah ngedapetin dia.”Perasaanku semakin tidak nyaman,kenapa Jordi hanya membahas Regita saja.Apakah Regita bagian dari masa lalu Jordi?
            Suara Jordi dari arah sana menegaskan bahwa Regita adalah yang ia kagumi saat ini.Cemburu ini mulai datang,cemburu ini mulai mengeluarkan bara apinya.Aku langsung menutup telepon yang suaranya membuatku sesak.Aku segera berlari menuju taman di belakang komplek perumahanku dengan tangisan yang dalam.Aku memang egois,aku sering menceritakan masa laluku,tapi Jordi memang tidak boleh melakukan hal yang sama denganku.Mungkin  saja Jordi mencoba membalas perilaku ku itu.
            “Hey,kenapa lo nangis?”
            Mataku langsung mengarah ke arah orang yang bertanya kepadaku.”Lo,ngapain lo disini.Puas lo tiga tahun yang lalu nyakitin gua.Gua satu tahun berusaha buat ngelupain lo dan bahkan…”tangisku pecah,aku rapuh dan aku segera berlari jauh.Pria yang mendekatiku itu adalah Rino,semakin sesak saja rasanya dada ini.
            Hampir satu minggu aku tidak memiliki hubungan yang baik dengan Jordi.Malam ini malam minggu yang biasa aku lakukan dengan Jordi,tapi malam ini rasanya hambar,karena hubungan kami kurang baik.
            “Seminggu kamu kemana?Aku telepon gak kamu angkat,kamu kenapa sih?”Jordi bertanya kepadaku.Tapi aku masih tetep diam,seribu bahasa.”Ta,Talita?Kamu ada masalah apa sih?”
            Aku mulai menghelai nafas.Mencoba menjelaskan semuanya kepada Jordi.”Aku…Regita itu siapa kamu?Sejak kapan kamu kenal dia?”
            “Aku kenal dia sudah cukup lama.Dia…mantan aku.”jawab Jordi.Aku mulai kesal,kenapa Jordi tak menceritakan semuanya padaku.”Kok kamu gak cerita sih?”Jordi hanya terdiam.Di benaknya aku dapat membaca kalau dia memang sedang merangkai kata-kata”Aku emang egois?Tapi kamu ngaca gak?Kamu mantannya Rino temen aku itu kan?”Kini panah mulai menusukku.Aku hanya bisa menelan ludah dalam-dalam.Ternyata benar,Jordi selama ini menahan semuanya,tapi bagaimana dia tau kalau Rino mantan kekasihku?
            “Kok kamu tau?”tanyaku pelan.”Iya,dia memang kekasihku dulu.”
            “Aku tau dari Rino sendiri dan dia juga bilang kalau dia masih suka sama kamu.Kemarin lusa Rino balik lalu dia bicara empat mata sama aku dia cerita masalalu kalian semuanya.Ta,kalau kamu belum bisa melupakan dia ya terserah kalau kamu sama dia.”
            Kata-kata dari Jordi itu membuatku semakin tidak tau harus berbuat apa selain menangis.Aku merasa aku hanya menyakiti Jordi saja tanpa membuatnya bahagia.”Tapi itu dulu,aku sayangnya sama kamu.”
            “Kamu bilang gitu,tapi takdir kamu itu sama Rino.Tatapan kamu waktu malam minggu lalu itu kelihatan kalau kamu merindukan mata indah Rino itu,Ta.”
            “Aku memang merindukan dia,tapi itu gak ngerubah apapun cinta aku ke kamu.Aku sayang kamu Jord.”Air mataku mulai pecah.Aku sudah tidak kuat menahan,kisah cintaku kini sudah rapuh.”Rino sebentar lagi datang.Kita putus dan kamu balikan lagi sama dia ya?”
            Jordi mulai pergi meninggalkan aku.Kenapa aku harus merasakan seperti ini.Kenapa juga harus secepat ini.Aku segera berlari menyusul Jordi.Di luar aku bertemu Rino.Suasana menjadi berubah ketika aku melihat Rino.Sekejap aku mampu melupakan Jordi dan tanpa aku sadari,mobil Jordi diluar sana tertabrak sebuah truk yang melaju kencang.Nyawa Jordi meninggal,Tuhan…semua ini adalah salahku.Jordi dia meninggal.
**
Aku langsung rapuh di hadapan Rino.Aku adalah orang yang paling rapuh diantara semuanya yang ada di samping jenazah Jordi.Setelah pemakam,Rino menemaniku di samping batu nisan Jordi.Rino masih dengan sabar menantiku disini.
“Ta,aku dapet ini.Ini Jordi kasih ke gua Jumat,sehari sebelum dia meninggal.”Rino memberikan sepucuk kertas.Aku langsung membuka dan air mataku pecah lebih banyak lagi.Surat itu berisi keinginan Jordi untuk mempersatukan kembali aku dan Rino.Sungguh,mungkin hanya orang seperti Jordi saja yang rela jika sahabatnya berpacaran dengan kekasihnya sendiri.Kini aku meneruskan cinta lamaku bersama Rino.Alasan ku kembali adalah dua,karena cinta lamaku belum terselesaikan dan karena Jordi orang yang sangat baik dan pernah mengisi hariku lebih dari indah.         


-AP-

2 komentar: