LOVE,SAD,SECRET ADMIRE,YOU

Selasa, 09 Juli 2013

Cinta Bukan Kebutuhanmu



          Siapa kamu sebenarnya?Kekasihku atau seseorang yang menanggap aku hanya sebagai patung.Aku dan kamu sudah bertahan lama.Selama itu juga aku berusaha sabar dengan segala perlakuanmu yang tentu saja aku tidak tau harus bersabar sampai kapan.Kenapa kau menjadikan ku kekasih kalau memang cinta itu bukan sebuah kebutuhan untukmu?
            Setiap pagi aku datang ke rumahmu untuk memberikanmu sarapan.Tapi apa yang ku temui,kamu selalu sibuk dengan pekerjaanmu itu.Sebagai seorang desain grafis memang pacarmu saat ini adalah laptop mu.Setiap kata-kata manisku untukmu hanyalah angin lalu,seperti angin,aku tak terlihat di mata indahmu.
            Pagi ini berbeda.Hari ini adalah hari ulang tahunku.Aku sudah berharap bahwa kamu adalah orang yang pertama kali mengucapkannya.Tapi apa daya,malah sahabatku Opie yang mengucapkannya.Mungkin kamu punya kejutan?Entahlah,aku juga tidak tau.Tapi aku harap itu benar.
            “Pagi sayang.”sapaku riang saat aku masuk ke rumahnya.
            “Pagi juga.”jawabmu cuek.
            Pagi itu aku mencoba lebih ekstra sabar menghadapi kamu.Di benakku cuma satu,aku berharap kamu ingat kalau hari ini aku bertambah umur.
            “Kamu gak ingat ini hari apa?”
            “Bukannya Kamis ya?”Deg!Benakku kabur,gelap.Dia memang benar-benar tidak mengingatnya.Bagaimana bisa?
            “Apa?Kamu benar-benar tidak ingat apa-apa?”aku bertanya sembari meyakinkan.
            “Iya ini kamis kan,aku jadwalnya meeting sama bos.”Setega itukan kamu?Bahkan apa yang harusnya jadi bahagiamu juga malah tak kau hiraukan.Sebenarnya kamu itu kekasihku atau orang lain?Tanpa kata-kata aku segera pergi,aku kesal dan saat aku sampai dirumah air mataku menetes.Ini adalah air mata pertamaku,mungkin juga puncak dari kesabaranku selama ini.Anniversary yang ke 18 bulan juga sudah dia lupakan,tapi aku mencoba sabar,tapi yang satu ini sungguh sakit.Batas kesabaranku telah habis.
            Sampai siang aku mengurung diri di kamar.Banyak teman-teman ku yang mengucapkan via telepon atau sms tidak ku hiraukan sama sekali.Aku hanya butuh ucapan dari kekasihku sendiri.Acara makan malam yang ku rancang pun harus kupendam dalam-dalam.Tidak lama,teleponku berdering.”My Beloved”dia meneleponku dan semoga kali ini dia menunjukkan kalau dia ingat hari ulang tahunku.
            “Siang sayang.Makan siang bersama.Aku tunggu di café biasanya ya.See you.”telepon itu langsung di tutup.Antara datang atau tidak aku masih ragu,tapi aku mencoba meyakinkan kalau dia nantinya akan memberiku kejutan spesial.
            Aku sampai di café yang biasa kami kunjungi.Suasanya sama seperti biasanya kami makan bersama.Terlihat tidak ada surprise darinya.”Hai,sayang.”Dia memanggilku dengan senyumannya yang selalu mengkokohkan lagi kesabaranku padanya.Aku segera berjalan menuju meja itu.
            “Lihat,ini project baru aku.Aku ajak kamu makan siang buat nunjukin ini.Dan kalau desain aku ini disukai client ,kita akan liburan ke Madrid.”Apa?Lagi-lagi harus pekerjaanmu yang kau utamakan.Yang kali ini aku sudah membuat sebuah keputusan bahwa kau lupa tentang ulang tahunku dan aku muak dengan semua tingkahmu yang hanya egois dan selalu pekerjaan yang kau utamakan. 
            Aku berusaha berbicara kepadanya.Dengan tenang aku mulai menjelaskan.”Oh?Jadi seperti ini terus kamu ke aku?Kamu ingat tidak,ini hari ulang tahun aku!Ingat gak?Kalau aku gak bilang mungkin kamu selamanya akan lupa.Terusin aja semuanya,pekerjaan kamu.Aku setiap hari nahan sabar buat kamu,tapi aku cuma patung buat kamu.Terusin aja kamu!”
            Dia hanya terdiam,mataku mulai berkaca-kaca mungkin saat dia berbicara,air mataku akan pecah.”Maafin aku,aku benar-benar tidak bermaksud lupa dengan ulangtahunmu,tapi pekerjaanku membuatku harus fokus.Aku bekerja untuk masa depanku dan ini karir impianku dari dulu,kamu tau sendiri kan?”
            “Aku tau dari dulu kamu.Tapi,kamu berubah akhir-akhir ini.Semakin tinggi karir kamu,tapi kamu gak pernah pikirin aku.Aku setiap hari harus menahan diri untuk mau jadi patung buat kamu.Aku lelah.Sudahlah,aku bukan patung.Aku manusia yang punya hati.Maaf,kita sudahi semuanya.Cari saja yang lain yang sanggup kau jadikan patung.”Aku segera pergi darinya.Di taksi,aku hanya bisa menangis.Jujur,rasanya berat jika aku harus melepaskan dia seperti ini,tapi bagaimana?Aku wanita,aku punya hati dan aku manusia yang punya batas kesabaran.

            -AP-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar