LOVE,SAD,SECRET ADMIRE,YOU

Selasa, 03 September 2013

Satu Minggu Setelah Pertemuan Singkat Kita


            Sudah lama aku ingin melihat wajahmu.Sudah lama juga aku telah kehilangan senyummu.Memang,sekarang senyuman itu bukan untukku lagi,senyuman itu sudah kau berikan kepada orang lain yang kau kenal dengan cara yang sama ketika kau mengenalku.Sabtu siang itu,aku tidak pernah tau aku akan bertemu kamu.Di lampu merah waktu itu,aku sangat mengenal sosok jaket biru itu.Iya!Kamu memakai jaket yang (dulu)aku suka dan kau berjanji akan selalu memakainya ketika kamu bersamaku.Ketika ku mendekat,ternyata itu adalah kamu.Iya,itu adalah kamu.Tangan ini gemetar dada ini berdetak seperti saat dulu.
            Aku menyapamu lebih dahulu.Lalu kamu tersenyum dengan kekagetanmu.Wajahmu masih sama,mata indah itu masih seperti dulu dan tentunya senyumanmu masih seindah dulu.Segala yang ku temui waktu itu adalah obat rindu yang semenjak kau bersama dia,aku tidak tau lagi apakah rindu ini akan berujung.Tuhan memang adil dan baik.Setelah saling basa-basi,aku benar-benar tidak ingin menanyakan hal ini,tapi apa daya kesakitan ini membuat mulutku seakan  harus bertanya semua tentang dia yang telah menjauhkanmu denganku.Aku tau,kau tak mungkin menjawabnya dan itu benar.Bukannya menjawab atau bagaimana,dia malah mencoba membuka suatu obrolan baru.Aku tau kamu malas untuk membahas ini,tapi kesakitan yang ku rasa karena kau dan dia semakin tidak tertahan ketika aku bertemu langsung denganmu.
            Rasanya jika dihitung dengan detik,lebih dari ribuan detik sudah terlewatkan.Tapi aku hanya merasa bahwa itu hanyalah sedetik saja aku bertemu denganmu.Mendengar lagi suaramu adalah hal yang selama ini aku rindukan.Pertigaan jalan waktu itu telah memisahkan kita.Aku melambaikan tanganku kepadamu sebagai tanda perpisahan.
            Hari Sabtu kembali.Ada sebersit harapan yang sama seperti sabtu kemarin,bertemu kamu.Ku telusuri jalan yang sama ketika kita bertemu satu minggu yang lalu.Sungguh masih sangat terlihat jelas sekali alur pertemuan singkat kita waktu ituDisini,takdir Tuhan memang tidak bisa direncanakan manusia,aku tidak bertemu denganmu.Mungkin Tuhan kali ini belum lagi mengijinkan untuk bertemu kamu.Dan setelah satu minggu ini,aku merasa bahwa kita masih seperti dulu.Sebuah hubungan yang tanpa nama tapi membuat kita nyaman.Tapi sayangnya,itu hanya mimpi dan harapan semu.Kamu telah bahagia bersamanya dan mungkin sudah melupakan aku yang pernah ada(dulu).

-AP-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar