LOVE,SAD,SECRET ADMIRE,YOU

Rabu, 09 Oktober 2013

Sabar(Hanya Sementara Kau Harus Dengannya Kini)



            Cinta ini masih satu,masih sama seperti kita bertemu dulu.Masih semanis yang kurasakan pertama saat aku bertemu denganmu.Segala sikapmu pun masih sama denganku.Hari-hari kita dijabarkan dengan banyak keromantisan.Bunga mawar ,setiap pagi mampu menghiasi hari hariku,entah bagaimana jika mawar-mawar itu nantinya akan layu atau bahkan tak ada lagi,itu artinya kamu akan pergi dari kehidupanmu.Semoga semua itu hanyalah hayalan semu.Setiap pagi selalu ku temui senyumanmu yang selalu sama,selalu manis sejak dulu.Jujur saja,untuk bersamamu aku tak ada kata bosan ataupun lelah untuk bersamamu.Semoga ini selamanya dan benar-benar selamanya.
            Tapi,harapan manusia terkadang berbeda dengan takdir yang ada.Takdir berkata lain.Ada seorang murid baru yang cantik dan sikapnya lembut menyukai kekasihku.Baru satu minggu dia berada di sekolah ini,tapi gosip itu sangat menyebar.Gosip demi gosip terus bermunculan tentang kau dan dia.Apakah yang harus aku lakukan dengan semua gosip yang ada?Aku hanya bisa bersabar,karena aku tahu,kamu hanya untuk aku dan begitulah sebaliknya.
**
            Gadis manis itu bernama Anela.Anela adalah gadis manis blasteran Indonesia Belanda.Sikapnya lembut dan juga selalu tersenyum kepada semua orang.Dia mulai menyukai kekasihku saat ia menunggu diruang administrasi,dari arah ruangan jendela itu ia memandangi gerak-gerik kekasihku saat bermain basket.Awalnya aku kira hanya gosip tapi ternyata itu benar.
***

            Makin lama,aku lihat Anele semakin dekat dengan kekasihku.Sialnya juga mereka berada dalam satu kelas.Tentu saja intensitas pertemuan mereka lebih sering.Salah satu tetanggaku adalah teman sekelas mereka,ia selalu menceritakan apa yang terjadi antara Anele dan kekasihku itu.Ternyata selama ini Anele adalah gadis yang mengidap penyakit yang cukup parah.Ia menderita kanker darah dan banyak dokter yang mendiagnosa Anele tidak akan panjang umur,itu juga salah satu tujuan orang tua Anele memindahkannya ke Indonesia,karena orang tua Anele tidak percaya dengan semua omongan dokter di Belanda.Aku mulai berfikir untuk membiarkan Anele untuk mendekati kekasihku.Mungkin sebuah ide yang gila,membiarkan seseorang di hatimu untuk bersama orang lain yang menyukainya.Tapi,semua ini aku lakukan karena aku tau kebahagian Anele hanyalah sementara.
            Sabtu malam adalah hariku bersamanya.Sudah hal yang paten,malam minggu adalah malam kami berdua.Sama seperti orang pacaran pada umumnya,biasanya kami pergi untuk menoton film jika film yang tayang hari itu bagus,kadang juga menghabiskan waktu di sebuah café.Tapi,malam ini ia mengajakku bersabtu malam secara berbeda.Makan batagor di pinggir jalan.Mungkin suasana inilah yang tepat untukku menceritakan rencanaku kepadanya tentang Anele.Bibirku terasa berat untuk menceritakannya,hati kecilku menjerit dan memaksaku untuk tidak melakukannya.Tapi otakku menjadikan semua syarafku untuk bekerja dan menceritakan semua rencanaku.Dengan pelan dan usaha yang meyakinkan akhirnya aku berhasil dan ia mau untuk mengikuti rencanaku.Tentu saja awalnya dia menolak,tapi aku meyakinkan bahwa sampai kapanpun dia adalah kekasihku dan hanya untuk sementara saja ia harus bersama Anele.
            Rencana itu mulai dilaksanakan.Anele mulai dekat dengan kekasihku.Dalam pandangan orang lain,aku ingin terlihat sudah putus cinta dengannya,ku buat scenario seolah-olah kami sudah putus karena kami mulai bosan terhadap semua ini.Aku tau dia terluka dan tersiksa dengan perasaan  dan keadaan yang ada,tapi lagi-lagi aku yang meyakinkannya.Wahai kekasihku,rahasiakan aku sedalam-dalamnya cintamu karena aku tau kau tau cintaku sebenarnya kepadamu.
            Hubungan Anele dan kekasihku semakin dekat.Aku hanya bisa memandangi mereka dari kejauhan ,memang semua terasa sulit terasa sakit bagiku juga baginya,tapi inilah yang disebut sabar dalam suatu hubungan.Rasanya aku ingin menangis dan berkata “dia masih kekasihku dan dia hanya sementara untuknya.Selama di kantin,mataku terus memandanginya,aku selalu meyakinkan diri bahwa ia hanya bersandiwara bukan untuk mencintainya.Ia menangkap sinyal tatapanku itu,lalu setelah istirahat ia menemuiku diam-diam.
            “Kita sudahi semuanya,kamu semakin terluka nantinya.”
            Aku terdiam,mengumpulkan segenap kekuatan diantara air mata yang akan mengalir”Kamu tau,kamu hanya sementara untuknya,kamu tau kan niatku untuk dia baik dan sadarlah sayang,aku kekasihmu selamanya.”Ia langsung memelukku hangat,pelukan itu cukup membuatku tenang dan tanpa disadari air mata itu terjatuh,tanganku segera menghapus air mata itu,karena aku tak mau terlihat rapuh dihadapannya.
***
            Aku memang penulis skenarionya,tapi kekasihku kini berubah menjadi sutradara,padahal sebelumnya ia hanya kujadikan aktor.Alur ceritanya berubah,dia menyatakan perasaanya kepada Anele.Aku tau kenapa hal itu dilakukan,keadaan Anele semakin memburuk,stadium penyakitnya sudah naik ke stadium akhir.Kata dokter hidupnya tidak lama lagi,untuk yang kali ini orang tua Anele tau bahwa takdir benar-benar membawa Anele kembali kepada Tuhan,niatan untuk memindahkan Anele ke negara lain pun dipendam dalam-dalam.
            Hari ini,Anele sedang terbaring lemah dirumah sakit.Keadaanya kritis.Sungguh aku tidak tega melihat Anele yang terbaring lemah,tapi disisi lain hatiku seakan tercabik melihat tangan Anele yang selalu digengam oleh kekasihnya juga kekasihku.Ingin rasanya menangisi kedua perasaan itu,tapi apa daya aku untuk menangis,semua itu adalah ideku.
            Aku hanya bisa duduk di koridor rumah sakit bersama teman-teman Anele yang lain.Walau aku bukan teman dekat Anele,tapi Anele selalu baik terhadapku.Aku mulai lelah menanti,sebenarnya keberadaanku disini hanya untuk bersama dengan kekasihku.Aku rela menunggunya sampai pulang nanti.Tiba-tiba dokter keluar dari ruang Anele,
            “Yang namanya Tita?”
            “Iya saya,Dok?”Aku kaget,kenapa yang dicari aku?Untuk apa Anele menyebut namaku.
            “Anda dicari oleh Anele,keadaanya semakin kritis,mungkin saja ini saat terakhirnya.Masuklah.”
            Tampa berfikir panjang,aku langsung masuk.Di dalam keadaan Anele terlihat setengah sadar,aku segera menggengam tangan kirinya seolah dia adalah orang yang aku kenal dan ia akan pergi selamanya,
            “Titah.Kamu balikan ya sama Tio.Aku tau Tio sama aku agar aku bisa tersenyum diantara sisa hidupku ini.”Anele berkata sepatah-patah seakan nafasnya hanya tersisa itu saja,ia menyatukan tanganku dengan tangan Tio.
            “Tapi,aku sayang sama kamu,Nel.”Sebuah kata yang membuatku tersayat dalam.Entah itu benar-benar sebuah pengakuan atau hanyalah scenario dari Tio,entahlah.
            “Tapi,kamu hadir sampai disini saja sudah membuat aku bahagia,Io.Asal kamu tau saja,kamu itu cinta pertama dan terakhirku.Jaga Tita ya.Dia itu selamanya di hidup kamu,dia itu kekasih sejati kamu.Aku tau Tita selama ini pasti sabar banget ngelihat kamu sama aku.Jadi aku juga akan sabar ngelihat kamu sama dia dari surga.”
            “Tapi,Nel…Aneleeeee?!”aku dan Tio berteriak dengan ucapan yang sama.Anele sudah pergi,nyawanya sudah terbang ke surga untuk selama-lamanya.Kata-kata di nafas terakhirnya merupakan kata-kata yang tidak akan pernah kulupakan,Tio pun begitu.Diatas batu nisan Anele,aku berjanji akan selamanya bersama Tio sesuai permintaan terakhirnya.
            Kini,setelah kepergian Anele.Aku kembali bersama Tio.Kehidupanku berubah lagi seperti dulu.Dan ku persembahkan sebuah puisi untuk Tio.Dalam acara musikalisasi puisi di sekolah,aku membacakan puisi yang ku tulis secara iseng saat dulu Tio bersama Anele.
            Sabar,sabarlah cintaku…
            Tak akan selamanya,karena
            Hanya sementara kau harus dengannya,kau harus bersamanya kini…
            Rahasiakan aku sedalam-dalamnya cintamu
            Aku yang paling kau cinta.Aku yang pasti kau mau
            Selamanya dihidupmu.Aku kekasihmu…
            Inilah secuil kisah cinta yang dijalani dengan sebuah kesabaran dan pengorbanan besar hanya untuk orang lain tersenyum di akhir hidupnya.Yakinlah,dibalik apapun yang kalian lakukan dengan kesabaran semua akan berbuah manis juga.Riukan tepuk tangan dari penonton menuntunku untuk menutup kisah ini dan sebagai tanda kisah yang baru bagiku dan Tio dan juga Anele yang aku yakin melihat kami bahagia dari surga.
-AP-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar